Shaa... Kenapa harus menangis?
Hidup ini terkadang cukup rumit untuk dimengerti. Terkadang.... sedih dan bahagia bagaikan potongan siang dan malam. Saat siang penuh tawa, malamnya telah diselimuti duka.
Semua itu ritme kehidupan yang memang harus diterima. Tak ada yang kekal abadi di dunia fana ini karena Allah SWT sajalah yang Baqa.
Jadi... kenapa harus menangis Shaa?
Bukankah Allah SWT telah menjanjikan,
"Inna ma'al 'usri yusraa"
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (94:6)
Tampilkan postingan dengan label tafakur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tafakur. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Januari 2009
Selasa, 20 Januari 2009
HAMBA TAK SEMPURNA
Bukan, bukan mata yang terpejam atau raga yang terlelap dalam istirahat panjang
Bukan pula mimpi-mimpi indah hingga lengah dan lupa akan kenyataan
Musibah itu bermula dari kalbu yang tertidur
Walaupun dalam mata yang terjaga juga meski dalam raga yang dibawa berjalan
Hingga seruan Sang Nabi lalu bersama bayu
Tak sempat menyapa dalam sua dingin membisu
Kalbu yang layu dan lesu sehingga tak segera menyambut seruan kebenaran itu
Mengapa aku jadi begini
Tak segera menyambut seruanMu
Tuk memperbaiki segala kekurangan yang ada dalam jiwaku.
Mengapa...??
Bukan pula mimpi-mimpi indah hingga lengah dan lupa akan kenyataan
Musibah itu bermula dari kalbu yang tertidur
Walaupun dalam mata yang terjaga juga meski dalam raga yang dibawa berjalan
Hingga seruan Sang Nabi lalu bersama bayu
Tak sempat menyapa dalam sua dingin membisu
Kalbu yang layu dan lesu sehingga tak segera menyambut seruan kebenaran itu
Mengapa aku jadi begini
Tak segera menyambut seruanMu
Tuk memperbaiki segala kekurangan yang ada dalam jiwaku.
Mengapa...??
Langganan:
Postingan (Atom)